Selasa, 21 Mei 2019

PERAN PROFESI PENDIDIK PENDIDIKAN FORMAL DAN PENDIDIKAN NONFORMAL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0


PERAN PROFESI PENDIDIK  FORMAL DAN  NON FORMAL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

Nina Deslina
sunfloweraddict.blogspot.com
Pendidikan Biologi, FMIPA, Universitas Negeri Jakarta
Jl. Pemuda No.10 Rawamangun, Jakarta Timur, Indonesia 13220
Abstrak
Artikel ini akan membahas tentang bagaimana cara seorang pendidik pendidikan formal maupun nonformal mempertahankan sikap professional dalam menghadapi era revolusi industry 4.0. Revolusi Industri 4.0 (RI 4.0) adalah era digitalisasi, internet tentang hal, internet dengan manusia, big data, iCloud data, dan teknologi kecerdasan buatan yang dibentuk oleh manusia. Hal tersebut mengubah banyak hal dalam hidup termasuk pendidikan. RI 4.0 bisa menyebabkan dampak negative dan mengancam keberadaan guru bahkan sekolah. Tetapi RI 4.0 juga memiliki dampak positif karena bisa menghasilkan banyak sekali kesempatan dalam membuat inovasi baru, mempermudah proses belajar mengajar, mengoptimalkan produktivitas mengajar seorang pendidik serta meningkatkan hasil belajar siswa. Disamping itu, pendidik harus mewaspadai kemajuan teknlogi tersebut dan beradaptasi dalam kemajuan ini, pendidik pada abad 21 harus bisa mensesuaikan diri, selalu mempelajari hal baru, dan harus bisa melihat celah dan kesempatan yang terdapat pada era RI 4.0 untuk keterampilan mengajar agar menjadi seorang pendidik yang baik, professional, serta mengikuti kemajuan teknologi.
Kata kunci: Pendidik, Peran, Profesionalitas, Revolusi Industri 4.0
PENDAHULUAN
Guru adalah kunci dan pemeran utama dalam membina, membimbing, serta mendidik dalam proses pembelajaran di dalam maupun luar kelas, baik pendidikan formal maupun nonformal. Konten di dalam kurikulum yang sudah matang, fasilitas pembelajaran yang lengkap, peraturan permainan pembelajaran yang jelas, atau beberapa instrument pembelajaran tidak mempunyai banyak dampak dalam kesuksesan pembelajaran jika tidak didukung oleh kesiapan guru di depan (Palmer, 1998). Karena alasan ini, pemerintah Indonesia sudah menyusun perhatian khusus untuk memperhatikan sikap profesionalitas dari para pengajar sepuluh tahun belakangan ini, terutama berlakunya Undang-Undang Guru dan Dosen (UUGD) Nomor 14 Tahun 2005 yang menyebutkan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas utama  mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevalusi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan menengah
            Meskipun pemerintah sudah memberlakukan berbagai upaya untuk meningkatkan profesionalitas guru, tantangan menjadi seorang pendidik terutama di Indonesia tidaklah mudah. Waktu terus berjalan dan era baru muncul dengan berbagai tantangannya. Disamping itu, pendidik professional adalah ia yang tetap bisa menyesuaikan kemampuannya dengan keadaan dan waktu yang berubah. Mereka adalah yang bisa melihat kesempatan yang dibawa oleh era baru tersebut dan bisa menghadapi tantangan serta melewati tantangan tersebut.
            Dalam hal lain, pendidikan terbagi menjadi 3 yaitu pendidikan formal, non formal dan informal. Dalam artikel kali ini hanya akan membahas tentang peranan pendidik formal dan non formal. Pengertian pendidikan formal sendiri adalah jalur pendidikan yang sifatnya terstruktur serta berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi (UU No.20 thn 2003). Contoh pendidikan formal adalah SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi. Sedangkan pendidikan non formal  adalah jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang (UU No.20 thn 2003). Union Eropa sering sekali mengatakan bahwa sangat penting untuk mengadakan pendidikan non formal. Karena pendidikan non formal ini dirasa dapat mengembangkan hasil pembelajaran formal yang didapatkan di sekolah. Sehingga proses pembelajaran tidak hanya berlangsung pada jenjang tertentu, melainkan pembelajaran sepanjang hayat (Tudor, 2013). Contoh pendidikan non formal adalah PAUD, kelompok bermain, dan lain sebagainya.
METODE PENELITIAN
Pada kajian ini menggunakan jenis penelitian studi literature. Studi literature adalah mencari referensi teori yang relefan dengan kasus atau permasalahan yang ditemukan. Referensi teori yang diperoleh dengan jalan penelitian studi literatur dijadikan sebagai analisis untuk hasil dan pembahasan dalam artikel kali ini.
HASIL DAN PEMBAHASAN
            Menurut Helmi (2015), guru atau pendidik professional bukan hanya untuk sekedar mengajar, melainkan pendidik dituntut untuk mampu menciptakan kondisi belajar yang menantang kreativitas dan aktivitas siswa, motivasi siswa, menggunakan multimedia, multimode, dan multisumber agar mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan dengan hasil akhir belajar siswa meningkat dan siswa menjadi aktif, kreatif, inovatif dan berkarakter kuat dan dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi di zaman millennial ini. Dalam hal ini, peran guru sangat berarti dan dibutuhkan.
Peran profesi pendidik formal dan non formal pada dasarnya adalah bertujuan sama, yaitu sebagai organisator, demonstrator, pembimbing, pengelola kelas, fasilitator, mediator, inspirator, informator, motivator, konektor, inisiator, evaluator dan masih banyak lagi. Dengan hadirnya era RI 4.0 ini rasanya pendidik harus menyiapkan diri agar bisa beradaptasi di kemajuan teknologi serta menyisipkan kemajuan teknlogi tersebut di dalam pembelajaran. Schwab (2017) menyimpulkan bahwa pendidikan yangdipengaruhi oleh era RI 4.0 disebut sebagai pendidikan 4.0 dimana mesin-mesin pintar bekerja menggantikan manusia.
            Tantangan terbesar dari era RI 4.0 adalah, era ini bisa mengubah struktur, model, dan tipe dari pekerjaan yang membutuhkan. Sebagai buktinya, pekerjaan yang sudah lama terancam dengan kehilangan dan kebangkrutan. Gerd Leonhard mengestimasikan dalam era digitalisasi ini akan menghilangkan pekerja manusia sekitar 1-1.5 juta dari tahun 2015-2025  dan digantikan oleh mesin. United States Department of Labor mengestimasikan bahwa di masa yang akan datang, 65% pelajar di sekolah akan kerja di bidang yang tidak pernah ada di zaman sekarang (Naim, 2017). 
            Pada hari ini, guru akan menghadapi banyak anak yang bermain gadget sejak kecil. Hal tersebut adalah satu tantangan terbesar seorang guru untuk mengantisipasi kondisi dalam hal pembelajaran di dalam kelas. Guru harus memikirkan bagaimana caranya untuk mengurangi intensitas pemakaian aplikasi yang tidak berkaitan dengan pembelajaran di gadget tersebut khusunya di dalam waktu pembelajaran kelas. Jika tidak, kelas akan menjadi membosankan dan murid pastinya akan lebih tertarik dengan gadget dibandingkan mendengarkan penjelasan dari guru yang berada di depan kelas. Murid akan mengasumsikan bahwa mereka sudah tidak butuh pengajar karena mereka bisa menemukan konten pembelajaran mereka hanya dengan membuka gadget. Bahkan mereka sudah bisa mengetahui konten pelajaran jauh sebelum konten tersebut diajarkan di dalam kelas.
            Jika sudah menghadapi hal yang seperti itu, yang dibutuhkan pendidik untuk menjalankan perannya adalah sebuah strategi. Bagaimana caranya menggabungkan teknologi tersebut ke dalam pelajaran sehingga teknologi tersebut menjadi berguna dan juga memaksimalkan serta memanfaatkan kemajuan teknlogi sehingga tidak menjadi bumerang untuk diri sendiri. Yang jelas, peran guru tidak bisa tergantikan oleh teknologi. Yang artinya, dalam hal ini guru harus sebaik-baiknya memanfaatkan teknologi di dalam pendidikan dengan contoh memakai berbagai platform kelas online atau juga bisa dengan social media. Dengan begitu, peran guru tetap dijalankan dan pembelajaran menjadi hal yang menyenangkan baik untuk murid maupun pendidik. Ringkasnya, intregasi dalam pembelajaran dengan tekhnologi akan menyebabkan keefektivan dan kemudahan bagia pencapaian pembelajaran dalam era digital.
PENUTUP
            Era Revolusi Industri 4.0 membawa banyak perubahan dalam kehidupan manusia dan merubah pola pergerakan manusia. Era RI 4.0 juga mempengaruhi berbagai aspek di dalam kehidupan manusia khususnya dalam pembelajaran. Meskipun mempunyai pengaruh dalam pengurangan tenaga kerja manusia, dan munculnya sejumlah tantangan yang pastinya tidak akan mudah. Dalam sector pendidikan, pendidik sudah mampu menakhlukan tantangan dari era RI 4.0 dan memanfaatkan kemajuan teknologi. Antara adaptasi dan perubahan, pendidik harus terus bisa memikirkan cara pembelajaran dan peran guru dalam pembelajaran dan juga harus mengadaptasi program seperti konten kurikulum untuk mempersiapkan murid pada abada 21 dan juga memilih dan menerapkan model pembelajaran yang cocok untuk generasi millennial. Dalam hal ini, semoga kita dapat memanfaatkan teknologi secara maksimal dan menghasilkan keuntungan yang dihasilkan dari RI 4.0 untuk pendidikan di masa depan.
DAFTAR PUSTAKA
Afrianto. Being a Professional Teacher in the Era of Industrial Revolution 4.0: Opportunities, Challenges and Strategies for Innovative Classroom Practices. English Language Teaching and Research Vol 2 No 1, Desember 2018 ISSN 2614-1108.
Angelianawati, L. Being an English Teacher in Industrial Revolution 4.0: an Overview About Roles, Challenges, and Implications. JDP Volume 11, Nomor 3, November 2018: 307-316.
Helmi, J. (2015). Kompetensi Profesionalisme Guru. 7(2). Hal 318
Naim, A. (2017). Ristek & Pendidikan Tinggi Menghadapi Perekonomian Baru.
Palmer, P. J. (1998). The courage to teach: exploring the inner landscape of a teacher's life. San
Francisco, Calif: Jossey-Bass.
Schwab, Klaus. The Global Competitiveness Report 2017–2018. World Economic Forum Insight Report, ISBN-13: 978-1-944835-11-8.
Tudor, Sofia Loredana. (2013). Formal, non formal, informal in education. Sciverse Sciencedirect: Procedia Social and Behavioral Science.


Selasa, 27 November 2018

Lirik Lagu KSP Macaca UNJ

Dingin malam yang temani terbawa bersama desir angin
Hutan yang bernyanyi
Kita tetap disini kawan
Tetap disini

Tak bosan mulut berucap
Tak lelah mata menatap
Sempat terbesit tuk pergi
Namun hati kan kembali
Tetap bersama-sama kita
Bersama KSP Macaca

Tetap bersama-sama kita bersama di KSP
Tiada ragu ku bahagia 
Hatiku senang tak bimbang
Ku langkahkan kakiku
Bersama di KSP Macaca

Hutan dan rimba menjadi saksi
Laut dan pantai menjadi bukti
Banyak jejak kita yang tlah tertinggal
Kita kan bersama

Kamis, 16 November 2017

PKMR BIOLOGY STAGE 3

FIELD REPORT

Jum’at tanggal 10 November 2017 saat sore hari jam 5, kami berkumpul di Terbuk. Setelah hampir berkumpul semua, kami dipindahkan di belakang GHA. Kami berkumpul dan berbaris sesuai dengan kelompok, saat magrib kami dipersilahkan untuk solat maghrib sembari menunggu teman kami yang belum datang. Sebelum berangkat kami diberikan amanah yaitu sebuah kacang hijau sebanyak 10 biji yang harus dijaga sampai di Villa dan harus dipindahtangankan dengan kurun waktu 34menit setelah memulai perjalanan. Jam 7 kurang 15 menit kami dipersilahkan untuk berangkat dan menentukan sendiri kendaraan apa yang akan kami pakai untuk menuju ke Villa Insani Puncak, Bogor. Kelompok kami dengan kelompok 1 dan 2 secara bersamaan menunggu bis P98A, selama kira kira 1 jam dari awal perjalanan bis tersebut tidak kunjung datang juga. Akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan transportasi lain yaitu TransJakarta. Kami menaiki TransJakarta sampai di Halte Kampung Rambutan.
Sesampainya di Kampung Rambutan, kami menaiki Bus Marita dengan tujuan Cisarua. Didalam bis tersebut terdapat juga kelompok PKMP Pendidikan Matematika sehingga kami berdesak-desakan dalam bis tersebut. Pada kurang lebih pukul 12:00 kami sampai di check point yaitu Pizza Hut. Kami dibiarkan istirahat sejenak dan memakan bekal yang kami bawa. Sekitar jam 12:30 kami memulai tracking.
Pada tracking kali ini kami melakukan pos to pos. Pada pos 1, yaitu pos amanah kami diberi suatu amanah yang harus dijaga yaitu biji pohon cemara kipas. Lanjut jalan ke pos selanjutnya yaitu pos 2, pos botani. Pada pos kali ini kami ditanyakan tentang amanah yang diberikan di pos sebelumnya dan kami diberikan perintah untuk mencari sebuah kertas yang terdapat clue didalamnya. Tetapi, kelompok kami tidak mendapatkan kertas tersebut. Kami melanjutkan perjalanan ke pos 3, di pos tersebut kami dimintai “kunci” dari pos sebelumnya tetapi kami tidak memiliki kunci tersebut dan kami dimintai suatu barang untuk pengganti kunci tersebut. Tiba di pos terakhir, pos 4 kami dimintai komitmen untuk sesuatu dan kami kelompok 8 akhirnya membuat komitmen untuk menyiram seluruh tanaman yang terdapat di villa tersebut. Dan jam 3:17 WIB, kami sampai di villa kemudian kami tidur di kamar yang berisikan seluruh peserta wanita.
Pada jam 4 lewat kami dibangunkan untuk melaksanakan shalat subuh, membaca al matsurat dan mentoring. Kemudian kami melakukan peregangan atau stretching dan memasak sayur sendiri untuk sarapan kami. Acara selanjutnya diisi dengan materi materi yang sangat bermanfaat dari kakak-kaka yang sudah berpengalama berorganisasi. Materi pertama yaitu materi Pergerakan Mahasiswa 1 dengan pemateri Kak Faik, dilanjutkan dengan materi ke dua yaitu manajemen advokasi oleh kak Sigit. Disela-sela materi kami mempresentasikan hasil wawancara kami kepada BEM dan LLM setiap fakultas yang berbeda-beda. Sampai sore kami tetap berdiam diri di aula dan dilanjutkan dengan memasak sayur lagi untuk makan sore. Kemudian kami shalat maghrib berjamaah dijamak dengan shalat isya. Setelah itu kami kumpul fasil dan diberikan penjelasan tentang organisasi dan akademik. Kemudian kami melakukan debat dimana kami dibagi menjadi 2 tim yaitu pro-akademik dan pro-organisasi. Kami melakukan perdebatan tentang ”siapa” yang akan lebih sukses, tim akademik atau tim organisasi. Selama debat berlangsung, para fasil dan panitia mendengarkan debat kami dan akhirnya di penghujung acara Kak Revo, Kak Fafa, dan Kak Razak memberikan penjelasan bahwasanya akademik dan organisasi harus berjalan secara beriringan. Selanjutnya materi dilanjutkan lagi dengan materi manajemen organisasi oleh Kak Rizal.  Kemudian kami diperbolehkan untuk tidur di kamar masing-masing.
Hari terakhir yaitu hari Minggu 12 November 2017 kami dibangunkan jam 01:00 WIB untuk melaksanakan shalat tahajjud. Kemudian kami dikumpulkan di lapangan untuk muhasabah diri dan pembuatan komitmen angkatan. Sampai akhirnya adzan subuh berkumandang dan kami langsung bergegas mengambil wudhu dan shalat subuh berjamaah, dilanjutkan dengan membaca al matsurat, mentoring dan sarapan pagi.
Setelah selesai kami kembali ke kamar untuk mempersiapkan diri melakukan outbond. Kami dibagi perkelompok dan membuat suara sesuai kelompok, pada kegiatan kali ini kami merasakan bagaimana caranya menjadi tim yang hebat dan bagaimana kerjasama yang baik bias memengaruhi suatu kelompok untuk berkembang. Selesai outbond kami kelompok 8 melaksanankan komitmen yang kami buat saat di pos 4 yaitu menyirami tanaman dan setelahnya kami bersih-bersih dan melakukan PKN (Praktik Kerja Nyata) kepada anak-anak yang ada disekitar villa. Tema yang kami ambil adalah GCG (Gerakan Cinta Gigi). Alhamdulillah acara ini terlaksana dengan sukses walaupun proposal yang kami buat harus di revisi berkali-kali tapi itu tidak menyurutkan semangat kami.
Selesai PKN kami bersiap-siap untuk pulang dan membersihkan kamar dan ada juga yang menjalankan komitmen masing-masing. Kami pulang menaiki tronton dan sampai di tujuan dengan selamat.

Bagi saya, kegiatan PKMR 3 ini sangat berkesan dan memberikan banyak pelajaran tentang organisasi, kebersamaan, kekeluargaan, kerjasama dan lain-lain.


Minggu, 29 Oktober 2017

PKMR STAGE 2 BIOLOGY 2017

Hari Minggu, telah dilaksanakan PKMR Stage 2 Biology 2017. Kami berkumpul di kelas yang kemarin lagi saat PKMR Stage 1 tepatnya di GDS Lt 10 ruangan 1016. Jam 08:00 peserta sudah mengisi presensi dan ada didalam kelas untuk menerima materi-materi yang akan disampaikan oleh kakak-kakak yang berpengalaman. Seperti biasa, acara dibuka oleh Kak Della dan Kak Tiara sebagai MC dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh salah satu peserta PKMR yaitu Gian Devara dari kelas Pendidikan Biologi A 2017. Selanjutnya yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya dan lagu Totalitas Perjuangan.

Kemudian acara dilanjutkan dengan materi “Mekanisme Pemilu 1” yang disampaikan oleh Kak Naufal dan di moderatori oleh Kak Sasa. Materi yang disampaikan oleh Kak Naufal menurut saya sangat bermanfaat terutama bagi kami yang samasekali belum mengetahui tata cara pemilu di UNJ. Salah satu materi yang saya baru tahu adalah materi pemilu legislative dan pemilu eksekutif. Bahwasanya pemilu eksekutif dilakukan untuk memilih ketua BEM UNJ, ketua BEM Fakultas dan ketua BEM prodi. Sedangkan, perlu legislative dilakukan untuk memilih anggota MTM UNJ, anggota BPM Fakultas, LLMP/BLMP/DP/LPMP UNJ. Asas pemilu UNJ juga diberlakukan asas LUBERJURDIL yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Masih banyak materi yang disampaikan oleh beliau yang tidak mungkin saya tulis disini.

Acara selanjutnya diisi dengan materi dari Kak Koko yaitu “Public Speaking” dan di moderator oleh Kak Ain. Awalnya kami diberikan slide kata kata oleh beliau dan salah satu dari kami diminta untuk menjelaskan apa yang dimaksudn dengan kata kata tersebut. Materi dilanjutkan dengan kiat-kiat atau cara-cara berbicara di depan umum seperti tutup bagian vital jika kita gugup, menghadapkan telapak tangan kepada audience dan menunjukkan body languange. Cara yang selanjutnya yang pertama adalah kenali diri sendiri, kemudian kenali audience yang akan kita sampaikan materinya dan yang ketiga adalah pelajari pokok bahasan apa yang akan kita sampaikan. Sebenarnya inti dari bagaimana cara untuk dapat berbicara depan khalayak umum adalah banyaklah berlatih dan jujur. Diakhir materi kami semua diperintahkan untuk mencari materi apa yang akan disampaikan jika kita berbicara di depan public dan melatihnya dengan menutup mata kemudian lima orang perwakilan maju kedepan untuk menyampaikan materi yang sudah dilatihnya tadi.

Setelah materi dari Kak Koko, acara dilanjutkan dengan ishoma dan kembali ke kelas pada jam 12:30 WIB dan langsung dilanjutkan lagi dengan materi “Kesekretariatan” oleh Kak Dita dan dimoderatori oleh Kak Dini. Perbedaan sekertaris, kesekretariatan, dan sekretariat adalah sekertaris adalah orang yang menjalankan administrasi, kesekretariatan adalah proses atau ilmu tentang administrasi sementara sekretariat adalah tempat administrasi tersebut. Yang kita bahas saat materi tersebut adalah tata cara penulisan surat resmi dan proposal yang sangat bermanfaat dan sering digunakan kita dalam suatu kegiatan acara. Di akhir materi kami diperintahkan untuk membuat contoh surat resmi peminjaman ataupun surat resmi permohonan.


Acara ditutup dengan penjelasan penugasan dan berkumpul bersama fasil. Keseluruhan acara PKMR Stage 2 bagi saya sangatlah bermanfaat. Karena saya mendapatkan ilmu-ilmu baru yang mungkin saya tidak bisa dapatkan dalam pembelajaran formal.

#TotalitasMembangunKarakter
(Nina Deslina_Kelompok 8 (ungu)_PKMRBIOLOGI2017)

Kamis, 26 Oktober 2017

kenapa?

Helianthus annuus a.k.a Sunflower

Kenapa harus bunga matahari?

Mungkin banyak orang yang bakal nanya kayak gini kalau udah kenal sama seorang Nina Deslina.

Kenapa ya? Hmm. Sebenernya masih suka bingung kalu ditanya kayak gini. Masih suka berfikir juga kenapa. masih suka bertanya-tanya kenapa. Gatau juga tepatnya kapan dan kenapa bisa suka. Alesan yang sebenernya adalah, prinsip bunga matahari. Kalo ditanya lagi "kenapa", karena bunga matahari bisa jadi teladan. Dia setia, setia ngikutin matahari kemana aja. Setia. Tetap nunggu matahari sampai nanti terbit bahkan saat gak ada kepastian bahwa besok matahari akan terbit lagi atau engga. Dia gak pernah berpaling seterik apapun matahari menatap bunga matahari. Manusia juga seharusnya seperti itu kan? Setia. Sesungguhnya semua yang diciptakan di dunia ini tiada kesia-siaan. Dan menurut gue, bunga matahari diciptakan untuk itu (selain manfaat yang nyatanya). We can learn from Sunflower. Be a sunflower! we're all golden sunflowers inside.

Keep your face to the sunshine and you cannot see the shadow.. its what sunflowers do -Helen Keller
Did you know guys, bunga matahari itu punya 2 tipe bunga. Bunga yang berada di luar itu yang warnanya kuning terang adalah bunga palsu yang biasa juga disebut sebagai bunga pita. Iya bener, bunga aslinya adalah bunga yang ada di sisi dalamnya itu yang kecil-kecil namanya bunga tabung. Kenapasih disebut sebagai bunga palsu? Karena bunga yang itu bersifat steril alias tidak bisa menghasilkan biji. Nah sedangkan bunga tabungnya itu bersifat fertil yang bisa menghasilkan kuaci itu lho. Gemes kan kwkwkw. Udah itu aja tambahannya!


-akan diedit selalu seiring berjalannya waktu-

Rabu, 25 Oktober 2017

PKMR STAGE 1 BIOLOGY 2017

Hari Rabu, tepatnya tanggal 25 Oktober 2017 pada jam 16:00 WIB. Di lantai 10 IDB II ruangan 1016, saya dan teman teman saya diagendakan mengikuti acara PKMR 1. Di acara tersebut kami mengikuti jalannya persidangan tentang tata tertib sidang dan  tata tertib peserta PKMR. Sebelum kami masuk ke dalam ruangan, kami terlebih dahulu mengisi presensi yang sudah disediakan oleh panitia. Acara dimulai dengan pembukaan yang dibuka oleh Kak Della dan Kak Tiara sebagai MC pemandu jalannya acara hari ini, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh salah satu peserta PKMR yaitu Andrian Bayu dari kelas Biologi B 2017. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua BEM Biologi periode 2016/2017 yaitu Kak Sigit dan sambutan dari ketua pelaksana PKMR Biologi 2017 yaitu Kak Ibrahim.

Acara selanjutnya yaitu materi yang dimoderatori oleh Kak Mia dan Kak Ivana sebagai pembicara, materi yang disampaikan adalah tentang mekanisme persidangan. Setelahnya ada sidang pengesahan tata tertib Sidang dan tata tertib peserta PKMR.

Selanjutnya setelah sidang selesai panitia menginfokan tentang penugasan dan kelompok PKMR dan kami diberikan waktu untuk kumpul kelompok dengan Fasil kami masing masing.

#TotalitasMembangunKarakter
(Nina Deslina_8(ungu)_PKMRBIOLOGI2017

PERAN PROFESI PENDIDIK PENDIDIKAN FORMAL DAN PENDIDIKAN NONFORMAL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0

PERAN PROFESI PENDIDIK  FORMAL DAN  NON FORMAL DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Nina Deslina ninadeslina@gmail.com sunfloweraddict.blo...